Zaman sekarang siapa yang gak ikut peran dalam perusakan lingkungan dan pemanasan global? Gak ada kok. Bahkan orang-orang yang berjuang mati-matian untuk menghambat global warming (aneh, sekarang ada slogan ‘STOP GLOBAL WARMING’. Padahal gak bakal bisa distop), tetap aja menghasilkan sampah, mengemisi karbon, de-el-el
Yah, memang sih jumlah yang mereka buang itu lebih sedikit disbanding dengan orang yang gak berilmu atau berilmu tapi gak berhati. Hehe…
Yah, memang sih jumlah yang mereka buang itu lebih sedikit disbanding dengan orang yang gak berilmu atau berilmu tapi gak berhati. Hehe…

Tapi info aja nih, yang namanya pemanasan global itu sebenarnya dibutuhkan oleh bumi dan seisinya. Tanpa pemanasan global, bumi ini akan kembali mengalami zaman es. Tapi dosis pemanasan global yang dibutuhkan oleh bumi, sebenarnya udah ada regulatornya, yaitu organisme-organisme heterotrof yang mengemisi karbon sebagai penjebak panas, dan organisme-organisme autotrof yang menyerap karbon dan mengemisi oksigen. Dalam hubungan yang saling berekesinambungan tersebut, suhu bumi terjaga tetap HANGAT dan sesuai kebutuhan.

Manusia yang terus berkembang biak tanpa ada organisme yang dapat menyainginya, menyebabkan masalah baru. Pertumbuhan jumlah populasi manusia didukung pula dengan perkembangan otak. Dengan demikian, manusia dapat terus bertahan hidup dengan merekayasa tempat tinggalnya, walaupun sebagian besar tidak memperhatikan keaslian dan kepentingan organisme-organisme asli yang tadinya menghuni tempat tersebut.
Masalah-masalah yang timbul antara lain meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal. Manusia dengan budayanya sekarang yang tidak nomaden, menuntut mereka untuk terus membuka lahan baru agar bisa ditinggali. Yah, sebagai gantinya banyak hutan yang harus ditebangi dan hewan-hewan buas diburu demi keselamatan manusia. Sambil menyelam minum air, hutan yang mereka tebangi juga dijadikan sebagai bahan bangunan rumah.
Secara subyektif, saya menilai bahwa manusia (kita) adalah penghuni planet bumi paling pintar, tetapi juga paling egois. Hanya manusias yang tidak ada di dalam rantai makanan alami. Hanya manusia yang tidak memiliki predator. Hanya manusia yang dapat menyingkirkan kompetitor-kompetitornya di alam dengan sangat mudah.

Untuk postingan awal ini, saya hanya mengungkapkan identitas manusia yang asli dan realita yang terjadi saat ini. Tidak perlu muluk-muluk untuk mengatakan STOP GLOBAL WARMING, tapi tetap merokok, buang sampah sembarangan, pakai kendaraan bermotor, dan sebagainya
.

.

Save to del.icio.us
0 komentar:
Poskan Komentar