Tidak berlebihan kalo gue bilang malam kita udah gak perawan... Yaa, karena kenyataannya emang kayak gitu... Selain polusi tanah, polusi air, polusi udara, dan polusi udara, masih ada satu lagi polusi yang kita gak sadari keberadaannya, yakni POLUSI CAHAYA..
Agak mengeherankan memang saat kita mendengar kata2 polusi cahaya. Tapi memang hal itu terjadi sekarang ini...
Hal yang paling mudah gue buktikan adalah, pernahkan lo melihat bintang2 yang terang memenuhi langit bertaburan di malam hari???
Pertanyaan ini buat orang2 yang tinggal di perkotaan.
Ya, benar.. Yang dimaksud dengan polusi cahaya adalah banyak dari cahaya yang tidak kita perlukan terhamburkan ke angkasa begitu saja. sehingga intensitas cahaya yang terkumulatif di atmosfer mengaburkan dan menghalangi masuknya cahaya bintang di malam hari..
Saat ini keberadaan Observatorium Boscha mulai terancam karena mulai maraknya pembangunan perumahan yang memunculkan banyak cahaya lampu di malam hari..
Memang tidak berdampak langsung bagi manusia. Tapi banyak dampak lain yang timbul dari permasalahan ini... beberapa di antaranya adalah, Burung-burung yang kehilangan arah pada saat bermigrasi.
Cahaya artifisial dari gedung mengecoh dan menjebak burung-burung dengan akibat yang mematikan. Unggas-unggas yang menjadi korban yang terkumpul dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan di Toronto dan dipamerkan di Royal Ontario Museum jumlahnya mencapai lebih dari 1000 ekor dari 89 spesies. Program Kesadaran terhadap Pencahayaan yang Berakibat Fatal (FLAP) memperkirakan kurang lebih 100 juta burung di Amerika Utara, sebagain besar burung penyanyi yang terbangnya rendah, tewas setiap tahun akibat menabrak bangunan buatan manusia, terutama jendela kaca. Sementara burung yang terdisorientasi dan terus berputar-putar di dalam kesimpangsiuran kota umumnya mati kelelahan. (dikutip dari National Geographic edisi November 2008)
Selain burung, polusi cahaya juga berdampak pada kehidupan penyu laut. Usai bertelur, seekor penyu merayap kembali ke laut. Pancaran cahaya alami di kaki langit membimbing penyu menuju laut, tetapi cahaya peradaban manusia di pinggir pantai dapat mengacaukan jalur perjalanan reptil tersebut.
Apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi polusi cahaya?? Ya, kita hanya perlu menambahakan tudung pada lampu2 kita, sehingga cahaya tidak akan berhamburan ke atas dan hanya akan menerangi kita yang hidup di bawahnya.
Lebih lengkapnya, baca majalan National Geographic...
DARI SEMUA JENIS POLUSI YANG KITA HADAPI, POLUSI CAHAYA MUNGKIN MERUPAKAN YANG PALING MUDAH DIBENAHI.
Dikutip dari National Geographic edisi November 2008
Agak mengeherankan memang saat kita mendengar kata2 polusi cahaya. Tapi memang hal itu terjadi sekarang ini...
Hal yang paling mudah gue buktikan adalah, pernahkan lo melihat bintang2 yang terang memenuhi langit bertaburan di malam hari???
Pertanyaan ini buat orang2 yang tinggal di perkotaan.
Ya, benar.. Yang dimaksud dengan polusi cahaya adalah banyak dari cahaya yang tidak kita perlukan terhamburkan ke angkasa begitu saja. sehingga intensitas cahaya yang terkumulatif di atmosfer mengaburkan dan menghalangi masuknya cahaya bintang di malam hari..
Saat ini keberadaan Observatorium Boscha mulai terancam karena mulai maraknya pembangunan perumahan yang memunculkan banyak cahaya lampu di malam hari..
Memang tidak berdampak langsung bagi manusia. Tapi banyak dampak lain yang timbul dari permasalahan ini... beberapa di antaranya adalah, Burung-burung yang kehilangan arah pada saat bermigrasi.
Cahaya artifisial dari gedung mengecoh dan menjebak burung-burung dengan akibat yang mematikan. Unggas-unggas yang menjadi korban yang terkumpul dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan di Toronto dan dipamerkan di Royal Ontario Museum jumlahnya mencapai lebih dari 1000 ekor dari 89 spesies. Program Kesadaran terhadap Pencahayaan yang Berakibat Fatal (FLAP) memperkirakan kurang lebih 100 juta burung di Amerika Utara, sebagain besar burung penyanyi yang terbangnya rendah, tewas setiap tahun akibat menabrak bangunan buatan manusia, terutama jendela kaca. Sementara burung yang terdisorientasi dan terus berputar-putar di dalam kesimpangsiuran kota umumnya mati kelelahan. (dikutip dari National Geographic edisi November 2008)
Selain burung, polusi cahaya juga berdampak pada kehidupan penyu laut. Usai bertelur, seekor penyu merayap kembali ke laut. Pancaran cahaya alami di kaki langit membimbing penyu menuju laut, tetapi cahaya peradaban manusia di pinggir pantai dapat mengacaukan jalur perjalanan reptil tersebut.
Apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi polusi cahaya?? Ya, kita hanya perlu menambahakan tudung pada lampu2 kita, sehingga cahaya tidak akan berhamburan ke atas dan hanya akan menerangi kita yang hidup di bawahnya.
Lebih lengkapnya, baca majalan National Geographic...
DARI SEMUA JENIS POLUSI YANG KITA HADAPI, POLUSI CAHAYA MUNGKIN MERUPAKAN YANG PALING MUDAH DIBENAHI.
Dikutip dari National Geographic edisi November 2008

Save to del.icio.us
0 komentar:
Poskan Komentar